Sabtu, 17 November 2012

Untuk Dia yang di Surga


Empat belas jam lagi 2 minggu hachi pergi, meninggalkan dunia, diriku dan keluarga. Goresan memori - memori indah bersamanya di hatiku, rasa sayangnya padaku, tak ada pedih yang pernah dia bagikan padaku. Tiap hari hanya keceriaan dan tingkah polah menggemaskan. Seharusnya dia bertahan untukku, seharusnya aku mempertahankannya. Kata seharusnya tak pernah berarti lagi, karena Tuhan telah melindungimu. Satu - satunya yang kupercaya untuk merawatmu. Adek, begitu cepat waktu berlalu. Rasa kecewa dan menyalahkan diri selalu ada padaku atas kepergianmu. Maafkan aku yang bodoh telah mengabaikan dirimu di hari - hari terakhirmu. Terima kasih atas segala kebahagiaan dan kasih sayang. Terima kasih atas pembelajaran untuk saling berbagi dan memberi perhatian kepada orang - orang terkasih. 
Tidurlah bidadariku. Aku cinta padamu, adekku - Hachi

Kamis, 15 November 2012

Gadis berambut merah jahe

Ginger head, kulit putih pucat, muka penuh bintik matahari dengan tatapan sendu. Selalu, orang - orang dengan rambut indah itu akan menghentikanku sejenak untuk melihat kecantikan mereka. Bisa dibilang aku terobsesi. Ingin ku pegang rambut merah jahe itu, lalu kucium baunya sambil menatap matahari di atas padang rumput hijau. Angin sepoi - sepoi membelai gadis ginger head dan aku di sebelahnya. Akan kupeluk si ginger head, kucium sayang lalu akan kubisikkan terima kasih atas kecantikan sederhananya dan inspirasi luar biasa yang telah dia berikan padaku.